KALAKSA BPBD PROVINSI SUMSEL PIMPIN LANGSUNG RAPAT KOORDINASI BENCANA BANJIR & TANAH LONGSOR PROVINSI SUMSEL TAHUN 2021/2022

dilihat : 117
BAGIKAN :
KALAKSA BPBD PROVINSI SUMSEL PIMPIN LANGSUNG RAPAT KOORDINASI BENCANA BANJIR & TANAH LONGSOR PROVINSI SUMSEL TAHUN 2021/2022

Publish Berita (Arief Imawa, SE)


Palembang, Kamis 04 November 2021


Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel Bpk. H. Iriansyah S.Sos,SKM,M.Kes. Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Bencana Banjir Dan Tanah Longsor Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021/2022. Berdasarkan arahan BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan bahwa Provinsi Sumtera Selatan telah mulai memasuki masa musim penghujan. Rapat yang diselenggarakan di Aula Kantor BPBD Provinsi Sumsel Pada hari Kamis, 04 November 2021, pukul 14.00 Wib s/d Selesai.

Adapun Hasil Rapat dapat disampaikan sebagai berikut :

Kalaksa BPBD Provinsi Sumsel : Informasi dari BMKG pada tahun 2021 akhir dan 2022 awal Indonesia atau daerah Provinsi Sumatera Selatan ada fenomena alam yang berpotensi, oleh sebab itu kita mengambil langkah cepat. Kondisi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan saat ini kebakaran terjadi di bulan (Juni, Juli, Agustus, Oktober dan November). Transisi pada bulan November masuk musim Hujan, Daerah Sumatera Selatan sudah mulai hujan terutama di bagian barat (Muba, muaratara, empat lawang, pali), Kejadiaan terakhir bencana di daerah Sumatera Selatan cukup meningkat ( musi rawas, musi rawas utara, lahat, empat lawang, oku, linggau). Kondisi Sumatera Selatan sudah masuk panca roba transisi kemarau keujan, BMKG sudah menunjukan ada fenomena bahwa di 2021 akhir akan terjadi hujan dan puncak hujan tahun 2022 terjadi di bulan februari. Bersama mengantisipasi akan terjadinya banjir, tanah longsor bencana hidrologi (bencana hidrologi yang akan berpotensi), untuk mengantifikasi terjadinya bencana kita siap siaga darurat bencana berupa logistik, dan sumberdaya manusia yang guna membantu masyarakat.

BMKG : Fenomenal LANINA berpotensi adanya curah hujan, Pada tahun 2021 adanya zero victim diharapkan tidak adanya korban jiwa dan harta benda. Untuk BPBD diminta seluruh mengantisipasi dampak lainnya LANINA di tahun ini. LANINA tidak seperti makhluk yang menyeramkan / Anomali lainnya ini berupa fenomena alam berupa Anomali suhu yang ada di samudera pasifik, Ekuator tengah dan timur tidak terjadi kalau banyak LANINA di Indonesia maka banyaknya hujan,  LANINA (Udara dingin), EL NINO (Udara panas). Terjadinya di Sumatera Selatan  yang sering terjadinya hujan (OKU, Baturaja Barat), Konvergensi  (pertemuan angin) penghambatan biasnya munculnya awan – awan hujan. Tingkat curah hujan ada 70%, waspada kalau LANINA dibarengi sama musim hujan itu ada peningkatan curah hujan yang sangat signifikan September 40%, Oktober 40%, November 70%, Desember lebih meningkat. Perkiraan cuaca di kecamatan (3 perjam). Peringatan dini pencegahan bencana.

Dinas Sosial Provinsi Sumsel : Terkait kesiapsiagaan Provinsi Sumatera Selatan, memiliki dapur umum ada 2 paket. Yang belum memiliki dapur umum (Kab. OKU, OKUS), untuk mensupport mempunyai dapur umum. Koordinasi sektoral untuk persiapkan kesiagaan bencana. Memiliki 120 personil yang standby ada 60 personil forum komunikasi Sumatera Selatan. Memiliki cadangan di setiap kota/kabupaten  yang belum tersatu. Tagana memiliki SDM 1200.

Dinas Ketahanan Pangan & Perternakan Provinsi Sumsel : Sudah dari 2004 ada cadangan pangan yaitu cadangan komperta terdiri dari komperta Provinsi Sumatera Selatan, kabupaten/kota dan pusat, untuk kondisi Sumatera Selatan sudah berkoordinasi dengan BNPB/BPBD tahun 2021 mengeluarkan cadangan pangan. Yang ada stok standby (gula), yaitu kabupaten muratara 400 ton, empat lawang 8,5 ton, sekarang yang standby tersedia yang siap dipakai di Provinsi Sumatera Selatan kurang lebih 24 ton, 851 gram. Bahwa kabupaten/kota punya jatah adanya cadangan pangan (banyuasin 111 ton, muba 6 ton,) Sumatera Selatan tinggal 24 ton dari 300 ton.

Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel : Wewenang tugas kami yang biasanya yang ditangani longsor, bencana yang terdapat disepanjang jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Selama ini  kami menangani bencana longsor kegiatan setiap tahun, disetiap jalan ruas tol provinsi yang biasa kami lakukan pasca bencana, baru kami tanggani tidak kemungkinan dengan kejadian bencana ini kami siap.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumsel : PSDA berkoordinasi terhadap kesiapsiagaan personil, peralatan dan pemadaman, ISPU pada bulan Juli sampai dengan ISPU pada tanggal 8 bulan Agustus dalam keadaan baik walaupun tanggal 1 - 5 Agustus cukup baik. Membutuhkan dukungan dari OPD terkait dalam menangulangi banjir dan tanah longsor.

Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII : Tanggal 02  November kemarin baru mengecek pompah sungai bending di Kec. 10 ilir dan mengecek seluruh wilayah. Alat Ekskavator, Bronjong. Siapkan posko bencana, sepakat buat apel siap siaga banjir dan longsor. Saran untuk BMKG (untuk tetap membantu selalu upto date  dalam membagikan informasi). Posko bencana lebih banyak, diadakan Apel siaga bansor dan di input di website BPBD Provinsi Sumsel.

Basarnas Palembang : Kegiatan setiap tahunnya, 12 perahu karet, motor trail, setiap wilayah disiapkan pos di (Kab. Pagaralam, OKUT, Musi rawas) siap 24 jam dalam kesiapsiagaan bencana banjir. Tim Basarnas siap siaga dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor dan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait.

Polisi Pamong Praja Provinsi Sumsel : Satpol PP mempunyai 3 perawatan Kesehatan Linmas di tahun 2020 yang terdiri dari. Linmas di kabupaten/kota 25 personil. Damkar di kabupaten/kota 40 personil. Satpol PP di kabupaten/kota 400 personil untuk peralatan satpol PP memiliki 2 unit kendaraan.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel : Jika terjadi bencana, kita lebih banyak turunnya pasca bencana. Antisipasi banjir dan tanah longsor tentunya Kesehatan harus siap. Berkorelasi, dengan kabupaten/kota jika terjadi banjir dan tanah longsor dan kita bias membantu korban bencana. Dinas Kesehatan diminta untuk member respon cepat.

Polda Sumsel : Mencari informasi dari BMKG tentang rawan bencana tanah longsor, banjir. Membutuhkan komunikasi dari pihak-pihak OPD terkait. Penyusunan komando- komando dimana lokasi yang sering terjadi banjir, dan tanah longsor. Daerah yang rawan banjir dan tanah longsor (Kab. Pagaralam, Lahat, OKU). Siap siaga informasi, komunikasi group komando.

Korem 044 Gapo : Siap untuk melaksanakan kegiatan bencana di Provinsi Sumsel. Menyiapkan perahu karet untuk membantu menanggulangi bencana (Bencana banjir dan tanah longsor).

TNI AL Palembang : Menyiapkan di pesisiran pantai laut. Memiliki 3 kapal, 2 perahu karet dan 2 truk untuk membantu penanggulangan bencana.

Polisi AIRUD Palembang : Posko, patroli 200 personil 12 armada, Perahu karet, alat selang.

Kesimpulan : Agar Kabupaten/Kota dan Provinsi Sumsel dapat menetapkan Status Siaga atau Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor dan Banjir. Diharapakan Kepada BPBD Kabupaten/kota dan Provinsi Sumsel untuk segera melaksanakan Apel Siaga Personil dan peralatan serta pengecekan Sarpras dan Logistik bantuan untuk korban bencana. Respon Cepat dan Tanggap untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan pada korban bencana. Pemberdayaan masyarakat, di desa rawan bencana banjir dan tanah longsor untuk menjadi desa tangguh bencana.

Kegiatan dihadiri : Komandan Korem 044 Garuda Dempo, Komandan Pangkalan TNI AL Palembang, Kepala Biro Operasi Polda Sumsel, Direktur Polairud Polda Sumsel, Kepala Kantor SAR Palembang, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumsel, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Prov. Sumsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumsel, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumsel, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Prov. Sumsel, Kabid. Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Prov. Sumsel, Kepala UPTB TC dan PK BPBD Prov. Sumsel. 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

  Agenda Kegiatan BPBD