Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan

0711 - 385108

0711 - 385108 / 0711 385109

bpbd.sumselprov@gmail.com

JL Arah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Talang Betutu, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961

Beranda / Sejarah BPBD Provinsi Sumatera Selatan

Sejarah BPBD Provinsi Sumatera Selatan


Sejarah BPBD Provinsi Sumatera Selatan

1. Geografis

Provinsi Sumatera Selatan secara geografis terletak antara 1 derajat sampai 4 derajat Lintang Selatan dan 102 derajat sampai 106 derajat Bujur Timur dengan luas daerah seluruhnya 87.017.41 km².

Batas batas wilayah Provinsi Sumatera Selatan sebagai berikut, sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Secara topografi, wilayah Provinsi Sumatera Selatan di pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang di pengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palma sedan kayu rawa (bakau). Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih masuk ke dalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukit barisan yang membelah Sumatera Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 – 1.200 meter dari permukaan laut. Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) dan Gunung Bengkuk (2.125m).

Di sebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng. Provinsi Sumatera Selatan mempunyai beberapa sungai besar. Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan dan Sungai Banyuasin. Sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sungai Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 11 (sebelas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan palembang sebagai ibu kota provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Kota membawahi Pemerintah Kecamatan dan Desa / Kelurahan, Provinsi Sumatera Selatan memiliki 11 Kabupaten, 4 Kotamadya, 212 Kecamatan, 354 Kelurahan, 2.589 Desa. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Kabupaten dengan luas wilayah terbesar dengan luas 16.905,32 Ha, di ikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.477 Ha.

Berdasarkan harga berlaku dengan migas, terdapat empat sektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap PDRB. Pada tahun 2010, empat sektor yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan, di ikuti oleh sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian serta sektor perdagangan, Hotel danRestoran. PadaTahun 2010 kontribusi masing-masing sektor di atas secara berurutan adalah 23,67%, 21,62%, 16,85%, 12,70%.

Sebagai salah satu provinsi tujuan investasi, Provinsi Sumatera Selatan memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang di antaranya adalah Bandara S.M. Badaruddin II yang terdapat di Kota Palembang, BandaraTanjungEnim di KabupatenMuaraEnim, Bandara Banding Agung yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang yang terletak di Kota Palembang juga Pelabuhan Khusus serta Pati di Kabupaten Muara Enim

2. Peta Provinsi Sumatera Selatan


3. Demografi

Masalah kependudukan yang antara lain meliputi jumlah, komposisi dan distribusi penduduk merupakan masalah yang perlu di perhatikan dalam proses pembangunan. Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan, tetapi dapat juga menjadi beban dalam proses pembangunan jika mempunyai kualitas yang rendah. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional dalam menangani permasalahan penduduk pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tapi juga menitik beratkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Di samping itu, program perencanaan pembangunan sosial di segala bidang harus mendapat prioritas utama yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.

Pada tahun 2013 jumlah penduduk Sumatera Selatan sudah mencapai 7.450.394 jiwa, yang menempatkan Sumatera Selatan sebagai provinsi ke-9 terbesar penduduknya di Indonesia, BPS. Secara absolut jumlah penduduk Sumatera Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar maka Sumatera Selatan di hadapkan kepada suatu masalah kependudukan yang sangat serius. Oleh karena itu, upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk di sertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan penduduk harus merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan program pembangunan yang di laksanakan.

4. Administratif

Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 12 Pemerintah Kabupaten dan 4 Pemerintah Kota, beserta perangkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah Kabupaten dan Kota membawahi Pemerintah Kecamatan dan Desa/Kelurahan. Pemerintahan Kabupaten/Kota tersebut sebagai berikut :

  1. Ogan Komering Ulu (Ibukota Baturaja)
  2. Ogan Komering Ulu Timur (Ibukota Martapura)
  3. Ogan Komering Ulu Selatan(Ibukota Muara Dua)
  4. Ogan Komering Ilir (Ibukota Kayu Agung)
  5. Muara Enim (Ibukota Muara Enim)
  6. Lahat (Ibukota Lahat)
  7. Musi Rawas (Ibukota Muara Beliti)
  8. Musi Rawas Utara
  9. Musi Banyuasin (Ibukota Sekayu)
  10. Banyuasin (Ibukota Pangkalan Balai)
  11. Empat Lawang (Ibukota Tebing tinggi)
  12. Kota Ogan Ilir (Ibukota Indralaya)
  13. Kota Palembang (Ibukota Palembang)
  14. Kota PagarAlam (Ibukota Pagar Alam)
  15. Kota LubukLinggau (Ibukota Lubuk Linggau)
  16. Kota Prabumulih (Ibukota Prabumulih)
  17. Kabupaten Panukal Abab lematang Ilir  (Ibukota Talang Ubi)

Kabupaten Panungkal Abab Lematang Ilir (PALI) merupakan kabupaten yang baru di mekar kandari kabupaten induk Muara Enim dengan Undang-Undang No 7 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Panukal Abab  Lematang Ilir.

Jumlah agama yang ada meliputi 5 agama yaitu : Islam, Khatolik, Kristen, Budha dan Hindu. Di tahun 2003 persentase pengikut agama Islam sebesar 95,16 persen, Budha 1,53 persen, Khatolik 1,29 persen, Kristen 1,16 persen dan Hindu 0,86 persen.

Hubungan sosial terutama di dasarkan kepada semangat kebangsaan, walaupun dalam kehidupan sehari-hari sangat di pengaruhi oleh adat-istiadat, seperti dalam bercakap-cakap atau cara bicara yang sopan. Pada umumnya penduduk Sumatera Selatan sangat hormat kepada para tamu dan pengunjung yang berasal dari daerah lain. Gaya hidup mereka sangat di pengaruhi oleh era modernisasi. Sebagian besar penduduk sangat terbuka dalam perilaku mereka terutama dengan aspek positif serta menyambut baik reformasi dan inovasi terutama yang berkaitan dengan konsep pembangunan. Seperti halnya dengan provinsi lain yang ada di Sumatera Selatan dibagi habis menjadi kabupaten dan kota. Kabupaten / kota di bagi menjadi kecamatan. kecamatan di bagi lagi menjadi desa. desa dan kelurahan-kelurahan. Jumlah desa di Sumatera Selatan sebanyak 343. Dan Jumlah kecamatan sebanyak 149 buah. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa (3,29 %)

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat setiap aparat pemerintahan Sumatera Selatan menegakkan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Ciri khas dari pemerintah seperti ini adalah efektif, efisien, transparan, partisipatif, responsif dan \’accountable\’ dengan indikasi terjalin satu sama lain.

5. Perekonomian

Dari sisi sektoral, kontributor pertumbuhan ekonomi utama adalah sektor unggulan Sumatera Selatan, yaitu  sektor  perdagangan, hotel dan  restoran, sektor pertanian, serta  sektor industri pengolahan yang tumbuh masing-masing sebesar 9,5%, 5,3%, dan 6,0% (year of year). Namun, pertumbuhan sektor-sektor tersebut terpengaruh rendahnya harga komoditas unggulan Sumatera Selatan (khususnya karet, dan CPO) di pasar internasional  sebagai dampak ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Sumatera Selatan Lanjutnya, akselerasi output terjadi pada sektor tersier (terutama sektor perdagangan, hotel dan restoran), yang cenderung lebih bergantung pada kondisi permintaan domestik (nontradeables).

Kuatnya permintaan domestik di dorong oleh terjaganya optimis memasyarakat atas kondisi perekonomian, serta kegiatan investasi untuk ekspansi bisnis. Tingginya investasi di Sumatera Selatan antara lain juga disebabkan oleh tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, serta di dukung oleh kemudahan investasi di Sumatera Selatan dengan adanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terbaik nasional. Namun di sisi lain, kegiatan investasi yang tinggi memicu peningkatan pembelian barang modal dari luar negeri sehingga memberikan tambahan tekanan pada net ekspor. Kondisi perekonomian yang stabil ini juga di dukung kinerja perbankan yang baik yang tercermin dari  laju pertumbuhan kredit yang masih berada pada level yang tinggi yaitu sebesar 24,9% pertahun.