Sekda Didampingi Kalaksa BPBD Sumsel Buka Rakor Penanganan Dampak Banjir dan Tanah Longsor, Dihadiri Deputi Logistik dan Peralatan BNPB

dilihat : 361
BAGIKAN :
Sekda Didampingi Kalaksa BPBD Sumsel Buka Rakor Penanganan Dampak Banjir dan Tanah Longsor, Dihadiri Deputi Logistik dan Peralatan BNPB

RAKOR: Sekda Ir. S. A Supriono didampingi Kalaksa BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., MM., membuka Rakor Penanganan Dampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor, dihadiri Deputi Logistik dan Peralatan BNPB RI Lilik Kurniawan, S.T., M.Si. Foto: Arief/BPBD Sumsel.

PALEMBANG, BPBD SUMSEL – Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. S. A Supriono didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., MM., membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Dampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024, yang dihadiri Deputi Logistik dan Peralatan BNPB RI Lilik Kurniawan, S.T., M.Si., di Ruang Rapat BPBD Sumsel, Kamis (25/1/2024).

Kalaksa BPBD Sumsel Iqbal mengatakan, berdasarkan kejadian bencana banjir yang terjadi selama periode akhir tahun 2023 sampai 1/2024 sebanyak 7 Kabupaten/Kota yang mengalami bencana banjir yang memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

"Ada 7 Kabupaten/Kota terdampak banjir saat ini, yakni Muratara, Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, Pali, Ogan Ilir, dan Kota Prabumulih," kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan, dampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Selatan mengakibatkan 32.812 rumah warga terendam, yang berdampak pada 35.321 KK.

Sebanyak 19.890 KK mengungsi 279 Rumah Rusak Ringan, 10 Rumah Rusak Berat, 2 unit Rumah Hanyut, dan 13 jembatan rusak/putus.

Kemudian sebanyak 211 Fasilitas Umum terendam (Fasilitas Kesehatan, Kantor Koramil, Kantor Kecamatan, Masjid, Bank, Pasar, Sekolah dan lain sebagainya), 126,65 km Jalan terendam.

Lalu 8.703 Ha Perkebunan, 1.179 Ha Persawahan, 6 Unit kolam ikan serta 24.925 ekor peternakan (sapi, kerbau, kambing, domba, ayam dan itik).

"Selain itu juga banjir berdampak terhadap aktifitas sosial ekonomi masyarakat," tambah Iqbal.


SAMBUTAN: Sekda Ir. S. A Supriono Provinsi Sumatera Selatan berikan kata sambutan. Foto: Arief/BPBD Sumsel


Sekda Supriono mengatakan, bencana tidak lepas dari prilaku atau perbuatan kita sendiri yang tanpa kita sadari menjadi faktor yang sangat mempengaruhi segala aktivitas yang terjadi.


"Hari ini kita ingin mengajak seluruh pentahelik untuk membahas permasalahan banjir ini, tidak hanya disektor hilir saja, tapi juga sektor hulunya kita selesaikan," katanya.


Supriono melanjutkan pembahasan untuk mengatasi masalah banjir secara berkelanjutan, sehingga setiap tahun sumsel tidak kewalahan lagi menghadapi bencana banjir.


"Kita butuh master plan perencanaan penanganan masalah banjir hingga puluhan tahun kedepan, bukan perencanaan yang hanya muncul saat ada bencana banjir saja," lanjutnya.


Supriono juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk membangun kesadaran dalam upaya pencegahan bencana dengan melestarikan alam.


“Mari kita perbaiki alam kita agar bisa menjadi bermanfaat bagi anak cucu kita,” himbaunya.


Deputi Logistik dan Peralatan BNPB RI, Lilik mengatakan kunjungannya ke Sumsel kali ini ingin memastikan penanganan banjir di Sumsel ditangani dengan baik.


"Kalau secara umum kita lihat penanganan banjir di Sumsel sudah cukup baik, namun memang perlu di perbaiki saja beberapa hal yang memang kurang," katanya.


Lilik juga mengajak awak media untuk ikut terlibat dalam penanggulangan bencana.


“Ajak juga teman-teman media untuk ikut memberikan kontribusi dalam menangani bencana, supaya tidak ada berita hoaks yang terbit,” ajak Lilik kepada awak media.


Kedatangan Lilik juga yakni ingin memberikan dukungan berupa dana operasional penanggulangan banjir, serta bantuan untuk para pengungsi di 7 daerah yang terdampak.


"Dana bantuan operasional sebanyak Rp1,8 Miliar lebih, masing-masing akan mendapatkan sekitar Rp200-Rp250 Juta bervariasi sesuai dengan cakupan banyaknya wilayah dan korban yang terdampak," ujar Lilik.


BANTUAN: Deputi Logistik dan Peralatan BNPB RI Lilik Kurniawan, S.T., M.Si. serahkan bantuan secara simbolis kepada Sekda Ir. S. A Supriono didampingi Kalaksa BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., MM. Foto: Arief/BPBD Sumsel

Bantuan juga berupa 2.750 paket sembako, 5500 pouch makanan siap saji, 5500 lembar terpal/matras, 5500 lembar selimut, 5500 paket hygene kit, 5500 botol sabun cair, dan 11 unit tenda pengungsi, semua akan diberikan melalui BPBD masing-masing.

"Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban daerah yang terdampak banjir," pungkasnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi, Nandang Pangaribowo, S.Kom. mengatakan perkembangan musim hujan dimulai bulan 11/2023 dan akan akan berlangsung sampai bulan 4/2024.

“Titik hujan tertinggi ada di Kabupaten Muratara. Banjir yang ada di Sumsel berada pada kondisi rendah sampai dengan moderat,” ujar Nandang.

Prakiraan puncak musim hujan akan terjadi bulan 1/2024 sampai dengan 4/2024, durasi musim hujan akan terjadi pendek. 

Nandang menegaskan meski secara dinamika atsmosfer berada pada Kondisi El nino, IOD+ dan OLR positif.

“Curah hujan di Sumsel masih berada pada kisaran normalnya yang berkaitan dengan periode angin Muson Barat,” pungkasnya.

Rakor ini juga dihadiri oleh Komandan Korem 044 Garuda Dempo, Komandan Pangkalan TNI AL Palembang, Kepala Biro Ops Polda Sumsel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumsel, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pertahanan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Kepala Satuan Pol PP Provinsi Sumsel, Kepala Kantor SAR Palembang, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumsel.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Sekretaris BPBD Sumsel, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel,

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumsel, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumsel, Kepala UPTB Trauma Center dan Pelkes BPBD Sumsel, Kepala BMKG Staklim Kelas I Palembang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota Se-Sumsel, Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan PB Kota Palembang, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Lubuk Linggau.

Editor: Dini 



togel-macau

thailand-gacor

toto slot

toto slot

slot gacor

thailand gacor

slot thailand

slot gacor

toto slot

ladangtoto2

Slot-Pragmatic

toto togel

togel online

slot gacor

toto slot

toto slot

toto slot

slot88

slot gacor

https://dept.darmajaya.ac.id/assets/cbt/dana-5000/

https://fatek.untad.ac.id/wp-content/uploads/cgacor/

slot thailand

slot gacor

slot-thailand

slot gacor

slot gacor

slot thailand

toto slot

slot qris

toto slot

slot gacor

slot thailand

slot gacor

toto slot

slot thailand

slot thailand

slot thailand

toto slot

slot pulsa

toto slot

slot777

toto slot

slot thailand

slot thailand

 

 

slot thailand

slot thailand

slot thailand

slot thailand

slot thailand

batiktoto

slot thailand

slot gacor

slot pulsa

slot demo

toto slot

slot thailand

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

  Agenda Kegiatan BPBD